Pengintip Blog

Jumat, 18 Mei 2012

Gangguan Dalam Belajar - part 1


Gangguan Dalam Belajar
Salah satu gangguan dalam belajar adalah kurangnya konsentrasi dalam belajar atau melakukan sesuatu. Namun suka atau tidaknya anda terhadap suatu mata kuliah anda tetap akan diuji melalui ujian. Mahasiswa perlu melatih konsentrasinya sehingga dapat lebih mudah menyerap ilmu baru yang diajarkan diperkuliahan. Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengembangkan konsentrasi :
  •  Milikilah rasa keingintahuan mengenai mata pelajaran yang sedang anda ambil. Cari keterangan sebanyak-banyaknya mengenai mata pelajaran itu. Cari kesenangan dalam mempelajarai mata kuliah tersebut.
  • Milikilah tempat belajar yang khusus yang dipergunakan untuk keperluan belajar.
  • Meja belajar anda harusnya bersih dari segala benda yang tidak bersangkut paut dengan mata pelajaran yang sedang anda pelajari. Ingat à Kebersihan sebagian dari iman .
  • Segera Catatlah hal-hal penting yang anda dapatkan di setiap perkuliahan dengan keterangan-keterangan kecil.
  • Alat tulis dan kertas merupakan alat yang berguna untuk menciptakan konsentrasi.
  • Apabila anda tipe pendengar yang baik maka belajarlah dengan mengeluarkan suara.
Perilaku di Perguruan Tinggi
  Sebentar lagi pengumuman kelulusan bagi anak-anak SMA/sederajat. Ada yang akan melanjutkan ke kerja dan ada juga yang lanjut kuliah. Ya, kalau boleh dibilang kehidupan dunia kampus memang berbeda jauh dengan kehidupan di SMA yang sekarangpoun sudah berbasis kompetensi. Di dunia perkuliahan kita akan bertemu bukan lagi orang-orang dari daerah yang sama atau mungkin seperti pengalaman SMA yang rata-rata merupakan teman SMP. Pergaulan di kalangan anak kuliah juga berbeda mereka lebih bebas. 
   Bagaimana sih biar bisa sukses di sunia perkuliahan? Bagaimana berperilaku di dunia Kampus? 
  1. Ketahuilah informasi mengenai kampus dimana kamu akan menimba ilmu.
  2. Saat mengikuti kuliah pastikan anda mngetahui aturan main dalam kelas. Biasanya tiap-tiap dosen memiliki kebijakan berbeda-beda. 
  3.  Jangan mencoba-coba melakukan kecurangan.
  4. Datang 15’ sebelum ujian dimulai. Hal ini akan membuat kalian lebih rileks dan percaua diri. 
  5.  Catatlah poin-poin penting disetiap pertemuan kuliah.
  6. Bersikaplah kritis dan belajarlah lebih dari yang lainnya. Milikilah rasa ingin tahu yang tinggi. 
  7.  Pandai-pandailah memilih teman dan memilah-milahnya. Akan selalu ada teman yang baik dan enak untuk diajak berdiskusi, ada yang selalu bisa memotivasi, ada yang nyaman untuk diajak bersenang-senang. 
  8.  Ingat ! Salinglah membantu. Saat temanmu dalam kesulitan  bantulah dia . Bantulah temanmua untuk mengerti pelajaran dengan begitu anda belajar 2 kali lipat. 
  9. Manfaatkan waktu sebaik-baiknya. Ikuti Jadwal yang telah anda sendiri tetapkan 

Sabtu, 21 April 2012

TES RORSACH


Adult Perspective .


Tes psikologi -part 1


Tes psikologi apa sih ? Ada berapa banyak macamnya? Apa kegunaannya? Apakah valid ?
Tes psikologi ada bermacam macam tes –tes ini dikategorikan sesuai kebutuhan penggunanya, Ya, tentu saja dibagi lagi berdasarkan  tujuan psikotesnya, umur peseerta, jenis kelamin. Tingkat pendidikan . Hal ini untuk memudahkan dan menilai secara obyektif hasil tes . Tes psikologi merupakan alat atau instrumen yang telah diuji kevalidan nya melalui hitung-hitungan statistik.
Sekarang mari kta mempelajari salah satu instrumen tes psikologi yang sering digunakan pada anak-anak. 
W A I S
Wechsler Adult Intelegence Scale

Test Wechsler mula-mula diterbitkan pada tahun 1939 dengan nama Wechsler – Bellevue Intelligence Scale (Biasa di singkat W – B) dan revisinya diterbitkan tahun 1955 dengan nama Wechsler Adult Intelligence Scale (WAIS). Tes Wechsler Adult Intelligence Scale (WAIS) adalah skala inteligensi Wechsler yang standar untuk mengukur potensi inteligensi subyek dewasa usia 16 tahun sampai 75 th atau lebih, yang penyajiannya secara individual. Untuk bisa menyajikan tes WAIS ini dengan baik, tester harus memahami dan melakukan petunjuk-petunjuk dalam manual tes ini dengan seksama dan teliti.

Seperti dalam segala tes psikologis, penyajian WAIS secara layak meminta tester mampu menyelenggarakan dengan baik, bahan-bahan yang teratur, ruangan testing yang sesuai, dan waktu yang cukup. Tester harus seorang yang terlatih secara khusus dalam testing perseorangan pada umumnya maupun dalam menyajikan WAIS pada khususnya.

Bahan-bahan tes harus diatur secara baik, sehingga tester dapat menyajikannya setiap waktu yang dibutuhkan tanpa kebingungan dan penundaan. Materi tes harus dijaga dari pandangan subyek sampai sub-tes itu disajikan dalam testing.

Ruangan tempat testing harus bebas dari suara dan gangguan yang mengacaukan. Ruangan itu harus diberikan penerangan dan ventilasi udara yang secukupnya. Meja kursi harus diatur sedemikian rupa sehingga subyek dan tester merasa senang, subyek dapat mengerjakan bahan-bahan dengan bebas, tester dapat menyajikan bahan-bahan, mengamati pekerjaan subyek, dan mencatat jawaban subyek dengan seenak-enaknya.Sebaiknya posisi duduk berhadap-hadapan.

 Hubungan baik (good rapport) antara tester dengan subyek harus selalu terjaga dan terpelihara sedemikian rupa sehingga situasi testing betul-betul sangat kondusif.


 Aspek yang diukur


 WAIS mengukur dua aspek kemampuan potensial subyek yaitu aspek Verbal dan aspek Performance. Wawasan yang diukur oleh kedua aspek tersebut diuraikan pada tabel di bawah ini.

Aspek Verbal
Aspek Performance
Informasi
Simbol Angka
Pengertian
Melengkapi Gambar
 Hitungan
Rancangan Balok
Persamaan
Mengatur Gambar
Rentangan Angka  
Merakit Obyek
Perbendaharaan Kata


  Perlengkapan bahan-bahan tes

1.          Buku pegangan dan bentuk penilaian, perlengkapan bahan-bahan yang digunakan dalam menyajikan WAIS adalah sebagai berikut:

·         Booklet berikat spiral berisi soal-soal tes melengkapi gambar.

·         Booklet berikat spiral berisi rancangan-rancangan untuk tes dan rancangan balok. Isi dari booklet ini diatur sedemikian rupa sehingga soal-soal dapat disajikan dengan mudah.

·         Kantong berisi kartu-kartu untuk tes mengatur gambar, masing-masing soal dalam kantong yang terpisah.

·         Sembilan kubus merah-putih untuk tes rancangan balok, hal ini juga digunakan untuk soal pertama dalam tes hitungan.

·         Empat kantong berisi bagian-bagian untuk soal-soal tes merakit obyek.

·         Kartu perisai melukiskan beberan untuk bagian-bagian soal merakit obyek. Kartu ini melayani dua tujuan, menyembunyikan potongan-potongan tes dari subyek hingga selesai diatur untuk penyajian dan menyediakan contoh untuk pengaturan bagi tester.

2.       Stopwatch untuk mencatat waktu.

3.       Bentuk penilain (Record Form)

 Menggunakan bentuk penilaian (Record Form) dalam testing, dimaksudkan untuk mempermudah pencatatan jawaban-jawaban dan informasi lainnya yang diMkehendaki tentang subyek dan tingkah lakunya selama tes. Untuk beberapa tes, misalnya informasi dan melengkapi gambar, soal-soalnya dapat dinilai sewaktu subyek memberikan jawaban. Dalam tes pengertian, persamaan, perbendaharaan kata dan tes mengatur gambar, haruslah tester mencatat jawaban-jawaban setepat-tepatnya seperti jawaban subyek.

Dalam penyajian tes, tester harus selalu membaca petunjuk dan pertanyaan sesuai dalam buku pegangan. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi penyimpangan dalam pemberian petunjuk Petunjuk dan pertanyaan harus dibaca dengan terang, jelas, dan pilah-pilah. Kegagalan subyek untuk mengerti jangan sampai disebabkan oleh ucapan tester yang tidak jelas